Bab 43

851 Kata

  Setelah semua urusan di kampus selesai aku segera menuju ke depan pendopo untuk menemui Wilman. Kulihat dia masih melakukan tugasnya. Aku dan Arif ke tukang bakso yang biasa berjualan di alun-alun tepat disamping pos polisi. "Gebetan baru, Mbak?" tanya penjual bakso yang memang sudah aku kenal baik. “Ya Pak, Bapak yang satu itu terlalu sibuk dengan pekerjaannya," kataku sambil tertawa dan di ikuti tawa si tukang bakso. Sesaat aku melihat jam tanganku menunjukkan pukul 12.00. Itu artinya Wilman masih sejam lagi hingga razianya selesai. "Nona, mana SIM dan STNK-mu?" tanya seseorang dari belakangku. "Aku gak bawa motor, Dri. Sudah sana kerja nanti di marahin atasanmu," kataku pada Andri, bawahan sekaligus teman Wilman. "Ok Nona, selamat menikmati makananmu," kata Andri sambil pergi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN