“Hallo, Oma. Udah lama ya gak ketemu. Tadinya aku mau bawain buket, tapi Omak an yang punya bandarnya, jadi bawain makanan aja deh biar cepet sembuh,” ucap Raveno dengan nada bercanda pada Ibu Desi yang tertawa menyambut kedatangan Raveno. “Gimana sekarang? Udah enakan?” “Lumayan, masa gak enakan liat yang ganteng kayak kamu.” Manik Soraya melotot seketika, kaget sang Oma malah mengatakan hal tersebut. “Oma, inget umur. Oma udah tua kan?” “Oh ya, kamu keluar dulu sana. Oma mau ngobrol berdua sama Raveno,” ucapnya kini beralih menatap Soraya dengan tatapan yang datar. “Minta perawat doang deh yang di sini, kamu juga cegah di luar pintu ya, suruh kalau orangtua kamu datang, minta mereka gak masuk.” Baru juga Soraya hendak membuka mulutnya untuk protes, harus terhenti karena Ibu Desi meng

