Chapter 9

1436 Kata

"Ly." "Mas." Ucap kami bersamaan. "Lily ke dapur dulu lihat Mama sama Tante ya, Mas." "Eh iya. Kayaknya ciu ... eh latihannya dilanjut lagi kapan-kapan." Kami canggung. Hingga akhir dari pertemuan keluarga ini, kami masih saling diam karena malu. Sejak kejadian itu kami tak pernah membahasnya. Malu. Hubungan kami tetap aman terkendali. Setelah hari kelulusanku saat kami pergi berdua. Dan tengah menikmati hamparan sawah hijau di sebuah pedesaan yang kami singgahi, Ia secara tidak kuduga meminta ijin untuk menciumku. Aku bingung, gugup dan malu. Tak sadar aku mengangguk hingga kurasakan sesuatu yang kenyal menyentuh bibirku lembut dan hangat. Aku hanya diam meresapinya. Dengan berbekal naluri aku membalasnya. Cukup lama kami terbuai, hingga ia melepaskan pagutannya. Wajah kami memerah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN