Pagi Yang Hectic

1389 Kata

“Mas …!” Dista masih memanggil-manggil suaminya, berniat untuk membangunkannya. Namun, pria itu masih tetap memejamkan matanya seakan tidak terpengaruh dengan panggilan sang istri. Plak …! Karena merasa kehabisan akal untuk membangunkan pria itu, akhirnya Dista pun memukul lengan sang suami dengan keras. Benar saja, apa yang dia lakukan ternyata berhasil membangunkan suaminya yang tertidur pulas. “Sakit, Dis …,” ujar Aswin sambil mengelus lengannya yang terlihat memerah akibat dari pukulan istrinya. Dista sudah tidak ingin menunggu lagi karena putrinya bisa terlambat ke sekolah. Oleh karena itu, lebih baik dia menampar lengan suaminya agar pria itu bisa langsung terbangun. “Udah, ayo bangun! Sekarang Mas cuci muka dulu terus pakai baju dan setelah itu antar Serra ke sekolah,” s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN