Bab 48Ini salah Frans karena tidak ada waktu untuk menghubungi Mayumi selama bermalam di luar kota. Terkadang sudah ingin menelpon, tapi selalu terganggu karena teman bisnisnya mengajak untuk makan atau sekedar mengobrol santai setelah membicarakan bisnis. Malam hari, harusnya bisa ia gunakan untuk menelpon, tapi raga sudah terlalu lelah. Sekarang, Frans berjalan menuju balkon dan berdiri santai di sana menikmati angin menjelang siang. Ia mengangkat ponselnya lalu menghubungi nomor seseorang yang tidak lain adalah Mayumi. Beberapa kali Frans mencoba sampai berdecak kesal, tetap saja tak kunjung mendapat balasan. “Di mana dia?” decak Frans. “Haruskah aku datang ke rumahnya?” Frans kemudian masuk, menutup pintu balkon dan menarik tirai hingga tertutup semua. Ia lantas memakai mantel panja

