Tandai jika masih ada kesalahan kepenulisan, EYD, Grammar, dan lain sebagainya dalam cerita ini. Terima kasih. _________________________________________________________________________________________________________ 8.45 AM Justin kini masih setia duduk di kursi kerjanya dengan wajah yang begitu muram. Kilat amarah jelas terpancar dari kedua manik cokelat itu. Dengan setelan kemeja putih dengan celana dasar dan sepatu pantofelnya, Justin pun terus memandang lurus ke arah jendela kaca yang menampilkan area mansionnya yang sangat luas. Perban yang membalut luka di tangan dan kaki Justin, membuat pria itu sedikit susah untuk bergerak. Hingga akhirnya... Ceklek Suara pintu yang dibuka membuat Justin menolehkan pandangannya. "Hi. You okay?" tanya Yennifer yang baru saja masuk ke dalam

