BAB 18: ARUNA GALAU

2391 Kata

SELAMAT MEMBACA *** Arjuna meletakkan buku yang tengah dia baca, lalu melihat jam di dinding. Yang ternyata sudah hampir jam 12 siang. Pantas saja perutnya mulai berdemo minta di isi. Arjuna beralih menatap Armaya yang baru datang dari luar, kemudian duduk di hadapannya. “Sudah makan?” tanya Arjuna pada Armaya. Remaja tanggung itu hanya menggeleng sambil mengusap perutnya. Mengisyaratkan kalau dia sedang lapar. “Abang sudah makan?” tanya Armaya balik. “Belum juga, tadi cuma sarapan roti.” “Lah, Abang sarapan. Aku malah belum makan dari pagi.” Keluh Armaya. “Memangnya Aruna tidak membuatkan sarapan, sampai tidak sarapan kamu?” Armaya lagi-lagi hanya menggeleng. Dia merasa kasihan dengan Armaya, lalu merogoh ponsel di saku celananya. “Pesan makanan saja ya, Abang mala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN