SELAMAT MEMBACA *** Aruna sampai di depan kamar Arjuna, dia sudah mengetuk pintu kamar Arjuna berkali-kali namun sekalipun tidak mendapatkan jawaban. Aruna berdiri bersandar dengan malas pada pintu, sambil mulutnya masih asik mengunyah roti yang dia bawa dari bawah tadi. Tok... Tok...Tok... "Abang ..." panggil Aruna lagi. "Abang Juna." Tok...Tok...Tok... "Ini betulan tidak mau bukakan pintu??" ucap Aruna dengan pasrahnya. Entah mau sampai kapan dia berdiri di sana. Tiba-tiba Aruna kepikiran, kenapa tidak dia buka sendiri pintunya. Ceklek ... Dan benar saja, ternyata tidak di kunci. Tau begitu, dia tidak perlu memohon dari tadi. Astaga Aruna bodoh. "Runa masuk ya Bang, Assalamu'alaikum. Permisi..." Perlahan Aruna masuk kedalam kamar Arjuna, dia melihat Arjuna yang ten

