Setelah kematian arda, Adi kembali masuk ke kantor dengan keadaan yang biasa saja, sama sekali tidak menunjukkan raut wajah yang penuh kesedihan, padahal yang sedang di dalam tanah adalah sepupu nya sendiri. Hal ini tentunya membuat beberapa karyawan yang memang tidak pro dengan nya semakin berani menggunjing dan membicarakan sikap nya itu. Tapi bukan Adi namanya jika peduli akan hal yang tidak terlalu penting. Baginya semua orang memiliki hak berbicara dan berhak menilai seseorang, selagi mereka di bawah Adi, Adi tidak masalah, lain cerita kalau yang membicarakan nya dengan buruk adalah orang yang lebih hebat dari nya. "Pagi, Mas Adi." Sapa Rian sekretarias Adi yang baru, sebab yang lama kebanyakan gaya. "Pagi, Rian. Apa agenda saya?" Tampak Rian yang membuka tab yang ada di genggam

