Rumah dengan bendera kuning itu tampak ramai. Orang tak ada hentinya berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa. Meksipun kejadian beberapa hari sebelumnya begitu menakutkan, tapi tidak ada satu pun mulut yang membicarakan hal tersebut. Semasa hidup, Ki Jaman adalah orang baik yang senang bertetangga. “Dulu sebelum sakit teh, Gis, Anak-anak sering pisan di jajanan sama Ki Jaman. Apalagi Nia. Bageur Ki Jaman mah.” Aku menganggukkan kepala begitu Nia bercerita, kami masih melihat rumah yang ramai dengan warga dari balik jendela. Kami tidak diperbolehkan Nyai untuk tinggal di sana lebih lama. “Sayangnya ada yang sirik jadi begitu.” Sudah menjadi rahasia umum di kampung ini, bahwa sakit yang dialami oleh Ki Jaman adalah sakit kiriman orang yang iri dengki terhadapnya. Dahulu, Ki Jaman m

