11 — Sore yang Tertahan

1142 Kata

“Ada pintu yang tidak kita tutup, bukan karena ingin menunggu, tetapi karena belum siap benar-benar melepaskan.” --- Langit Lincheng sore itu menggantung rendah, berat dan enggan bergerak, seolah menahan malam agar tak datang terlalu cepat. Aroma tanah basah menyelinap lewat jendela yang terbuka setengah. Di ruang tengah, Shen Li duduk di depan piano tua. Jemarinya menekan tuts satu per satu, nada lembut yang terhenti sebelum sempat menjadi melodi utuh. Di permukaan kayu mengilap, pantulan wajahnya tampak letih tapi damai. Sejak ibunya pulang dari rumah sakit, rumah itu kembali hidup dengan langkah-langkah kecil dan suara yang sederhana. Tapi di antara percakapan mereka, selalu ada keheningan yang datang lebih cepat dari kata-kata, seakan keduanya masih belajar bagaimana hidup tanpa me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN