Beberapa hari kemudian. Hari ini merupakan hari spesial untuk Jaxton dan Anas. Dimana, waktunya tiba untuk merayakan syukuran rumah baru mereka. Ya, mereka sedang berada di penghujung acara di rumah mewah milik mereka. Tidak banyak tamu yang mereka undang. Jaxton hanya mengundang keluarga Mark dan sahabat Anas si Denada. Anas tidak menginginkan, mama dan adik tirinya juga di undang. Sekedarnya saja Jaxton lakukan sebagai permintaan doa untuk rumah yang akan dia tempati bersama Anas dan juga anak-anaknya kelak. "Selamat ya, Nas. Lo benar-benar jadi tuan putri di buat suami, lo." Denada terdengar tulus. "Terima kasih, Nad. Lo sering-sering datang ya, kalau gue uda gak kerja lagi." Mata keduanya saling bertemu. "Apa maksud lo?" Keningnya Denada mengerut. "Kayaknya, gue bakalan resign

