Anas merasa tidak habis pikir. Apa yang sedang di pikirkan tiga pria di kediaman Jaxton. Semuanya, meminta Anas untuk langsung bertunangan. Bukan tidak senang, tapi mengerikan bagi Anas. Di karenakan, Anas sebelumnya memiliki trauma, dari penghkhianatan Gerald, mantan calon suaminya. Tetapi, Anas tidak menyamakan Jaxton dan Gerald. Ini di namakan, dua pria yang memiliki sifat yang jauh berbeda. Bukan hal mudah untuk Anas, tetapi sikap Jaxton yang sangat lembut terhadapnya, mampu melewati batas dalam dirinya, meskipun ekpresinya dingin. "Apa kau keberatan?" tanya Jaxton. Sesaat setelah keduanya di dalam perjalanan menuju rumah Anas. Anas tersenyum. "Sebenarnya sih lucu. Bukankah kita barusan menjalin hubungan. Tapi, karena ini menyangkut kondisi kesahatan papa, kamu. Ya, aku harus bagai

