Anas masih memilih berdiam di posisinya. Jaxton akhirnya berjalan mendekati Anas, dan menarik punggung tangannya dengan lembut. "Masuklah, aku tidak akan melakukan apapun terhadapmu. Sekalipun, aku pria normal yang memiliki napsu, aku tidak akan melakukan hal-hal buruk, sebelum kita benar-benar menikah," ucapnya dengan menutup pintu dengan pelan. Anas seperti tercekat, dia tidak mampu menjawab. Kakinya dengan baik, menurut kemana pun Jaxton membawanya. Jaxton membawa Anas untuk duduk di atas ranjangnya. "Duduklah di sini, aku mau bersih-bersih sebentar." Anas pun mengangguk pelan sebagai jawaban. Setelah mendapatkan jawaban dari Anas, Jaxton membawa tubuhnya berjalan menuju kamar mandi. Sambil berjalan, dia tersenyum manis, hatinya sedang berbunga-bunga. Sedangkan Anas, mengedarkan

