Bab 21(Perhatian)

322 Kata
dr. lily adalah dokter yang dipercaya untuk merawat Arya setelah pulang dari luar negeri, Arya, Rio dan lily berteman saat mereka sekolah Setelah selesai melakukan perawatan terhadap Anna, lily keluar dari kamar dan menemui mereka di ruang keluarga "kalian berhutang cerita apa yang terjadi...sampai kalian lebam saperti ini" Lily membuka kotak obat dan mengoleskan obat di pelipis Arya "aduh... pelan pelan donk, sakit tahu..."Arya meringis dan protes pada lily "luka begini saja kamu merasa sakit.... saat berkelahi apa kami tidak berpikir sakit...."Lily mengomel "ini pegang Rio...kompresi tanganmu biar tidak bengkak..." Lily memberikan kompresan ketangan Rio "kemarikan jari telunjukmu..."Lily menjepitkan oxsimeter ke jari telunjuk Arya dan memeriksa pria itu dengan stetoskopnya, hasilnya normal tidak ada yang dikhawatirkan "aku sudah katakan kalau aku baik baik saja... biasa saja kalau laki laki itu berkelahi" kata Arya dan di benarkah Rio "kalian dari dulu sama saja... sama sama bodoh tidak tahu mana yang bahaya mana yang tidak..."Lily mengomel "Sekarang aku tagih janji kalian untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi" lily memandang kearah Arya Arya menarik nafas dan membuangnya dengan kasar, Arya menceritakan semuanya dari awal sampai akhir "WHAAAT....." Lily. berkata sambil berteriak, dia tidak menyangka kalau perkawinan sahabatnya bisa dikatakan gagal sebelum memulai "dasar wanita siluman..." lily emosi dan berkata dengan nyaring, Arya langsung menutup mulut lily dengan tangannya "kalau ngomong jangan keras keras biaa gak sih..." Arya protes Lily mengangkat tangannya dan memberi kode oke "Namanya Anna bukan siluman, dan bagaimanapun dia istriku..." kata Arya dengan wajah senyumnya "Apa kamu mencintainya..." Lily bertanya pada Arya "aku menyukainya pada saat pertama kali bertemu... dan dia sangat baik bahkan wellcome saat kami kencan pertama" Arya menjelaskan "karena itu aku memberi nama siluman untuk wanita itu..." Lily mengulang kata katanya Arya memandang kearah Lily dan membuat wanita itu tidak enak hati... "maaf..." kata Lily pelan "boleh aku memberi saran...." Lily bertanya "Apa..." kata Arya "kalau memang kamu mencintainya, dapatkan hatinya, dengan cara mencari dimana hatinya berada" kata Lily
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN