Arya masuk kedalam kamar dan melihat Anna sedang berdiri menghadap jendela
"kamu bisa tidur di ranjang biar aku tidur di sofa.." kata Arya sambil mengeluarkan selimut cadangan dan bantal
"Apa kamu tidak ada kamar yang lain..."kata Anna
"tenang saja aku tidak akan menyentuhmu..." kata Arya sambil merebahkan dirinya di sofa
Malam itu seharusnya sepasang pengantin saling mengadu asmara akan tetapi di dalam kamar itu penuh dengan kesunyian
Arya gelisah tidak dapat tidur, pria itu bangun dan keluar dari kamarnya dan pergi menuju dapur, dia mengambil sebotol air di dalam tempat penyimpanan steril dan membawanya keruang kerjanya
Arya menyalakan komputernya dan memeriksa beberapa desain yang dia buat untuk proyek selanjutnya, Arya enggan masuk kedalam kamarnya dan akhirnya dia ketiduran di ruang kerjanya
keesokan harinya Arya dan Anna sarapan bersama tidak ada pembicaraan diantara mereka
Asisten rumah tangga menjadi bingung karena pengantin baru seharusnya saling memperlihatkan cintanya tetapi ini tampak berbeda, mereka saling diam
Arya pergi ke kantornya, dia langsung masuk kedalam ruangannya dan duduk dikursi kerjanya sambil meremas rambutnya
"bos kenapa kamu sudah ada disini.... seharusnya dirimu masih menikmati bulan madu yang sangat indah ditemani bidadari, bahkan seharusnya dirimu diatas ranjang bersamanya untuk bercinta" Rio membeo panjang lebar sambil memperhatikan bosnya
"Kenapa mukamu kusut begitu....apa kalian bertengkar... atau dia mempersoalkan kejantananmu....jangan jangan kamu kalah bertempur diatas ranjang" Rio kembali berkata
Rio adalah orang kepercayaan Arya, mereka bersahabat semenjak sekolah, setelah Arya memiliki perusahaan sendiri, Arya mengajak Rio untuk bekerja padanya, orang tua Arya berpesan pada Rio untuk menjaga anaknya
Rio pun berjanji akan selalu setia karena Arya lah yang membantunya juga keluarganya keluar dari kemiskinan dan memberikan pengobatan terbaik untuk ibunya
bersambung...