Pak Aditiya terbaring lemah di ranjang rumah sakit, dia menatap pada anak dan menantunya
"Arya...." terdengar lemah pak Aditiya memanggil menantunya
Arya mendekati pria tua itu dan duduk dikursi di sebelah tempat tidur
"Ayah.... istirahatlah, jangan berfikir apapun... dokter berpesan ayah harus banyak istirahat..." kata Arya sambil memegang tangan mertuanya
pak Aditiya menggelengkan kepalanya
"Maafkan Anna ... tolong ayah jagakan dia... dan bimbing Anna...dia memang selalu kumanjakan hingga memiliki sifat yang keras untuk kemauannya..."ayah mertua berbicara pelan
"ayah tenang saja...tentu saja aku akan menjaga putri ayah... ayah jangan banyak bicara dulu.... ayah tenang saja, aku sudah meminta dokter terbaik untuk merawatmu..." kata Arya
Anna terlihat hanya diam saja sambil menangis, dia tidak sanggub berkata apa apa di depan ayahnya
Tiba tiba monitor pasien berbunyi nyaring menandakan adanya penurunan kondisi, Arya langsung memanggil dokter
Tim medis langsung memberi tindakan kepada pak Aditiya dan berusaha memberikan yang terbaik tetapi pak Aditiya tidak bisa bertahan, dia sebenarnya merasa tenang meninggalkan anaknya dengan laki laki bernama Arya
Tangis Anna pecah saat dokter mengumumkan kematian ayahnya, Arya merasa sedih sekali dan merasa bersalah atas kematian mertuanya
Arya berusaha menghibur istrinya akan tetapi Anna selalu menolaknya dan menepis tangan Arya saat pria itu mau memeluk nya tetapi Arya mengerti saat ini istrinya sangat terpukul
selesai pemakaman Arya dan Anna pulang kerumah, selama di mobil tidak ada pembicaraan antara mereka, saat itu Rio yang mengantarkan bosnya itu memperhatikan dari cermin dasboart, dia merasa sedih atas apa yang terjadi pada sobatnya
sesampainya dirumah Anna langsung masuk dalam kamarnya, Arya hanya bisa diam melihat istrinya tapi dia bertekat harus bersikap sabar pada istrinya karena sudah berjanji akan menjaga anaknya pada ayah mertua
"Sekarang apa yang akan kamu lakukan...tidak mungkinkan kalian seperti ini terus..."Rio mendekati Arya yang berdiri diam sambil memandang kamar yang ditempati Anna
"Entahlah...aku juga tidak tahu, mungkin aku akan coba bersabar dulu menghadapinya..."Arya menarik nafas panjang dan mengeluarkan dengan kasar