Arya melihat Irvan membukakan pintu mobilnya dan Anna keluar dengan jalan yang sedikit sempoyongan, Anna melambaikan tangannya saat mobil Irvan meninggalkan halaman rumah
Dengan jalan yang sempoyongan Anna masuk kedalam rumah tanpa menyadari keberadaan Arya di ruang tamu
"dari mana kamu selarut ini baru pulang..." suara Arya membuat Anna terkejut
"kamu mabuk..." sekali lagi Arya bertanya sambil mendekat
"Bukan urusamu.... " Anna menjawab
"Tentu saja ini masih urusanku karena kamu masih istriku dan tinggal dirumah ini" kata Arya tegas, karena dia tidak suka melihat kelakuan Anna kali ini
"kita sudah membuat perjanjian dengan tidak mencampuri urusan masing masing, aku tidak suka..."Anna berteriak tidak mau kalah, bahkan terlihat kekesalan dan emosi Anna
"Dengar...walaupun kita tidak mencampuri urusan masing masing tapi apa yang dilihat orang diluar sana sangat tidak baik, apa pendapat tetangga melihat kamu pulang mabuk dengan pria lain dan ini ...!!!" tiba tiba Arya melempar beberapa lembar foto mesra Anna dengan pacarnya
"bisa kamu jelaskan ini... kalau kamu mau melakukannya lakukan ditempat tertutup bukan ditempat terbuka " Arya menegaskan
"oke...jika kamu tidak suka... itu bukan urusanku..."Anna meninggalkan Arya dan masuk kedalam kamar dan tak lama Anna keluar sambil menarik kopernya
Arya mengalihkan pandangannya kearah lain saat melihat Anna keluar dengan kopernya, terdengar kerasnya suara pintu yang ditutup kasar oleh Anna
"Aaaaarrrgghhh...." terdengar Arya berteriak dan terdengar suara benda benda pecah
"Dasar wanita keras kepala...!!!!"
bibi yang sedari tadi melihat pertengkaran suami istri tersebut menelpon Rio, hanya pria itu yang bisa di minta pertolongannya, bibi tidak mau terjadi apa apa pada majikannya
bersambung....