Lynelle sudah berada pada ambang batas kesadarannya. Dia meluruh lemah, ditahan oleh rantai kuat di masing-masing kedua lengan tangan dan kakinya. Tubuhnya hampir tak bisa lagi dikenali. Punggungnya dipenuhi bilur-bilur cambukan dengan darah di setiap permukaan kulitnya. Dress krem yang ia kenakan sudah berubah warna menjadi merah. Bau anyir tercium tajam, membuat ruangan ini semakin terkesan penuh teror. "Miss. Kau masih bisa bertahan, bukan?" Eduardo mengambil besi berbentuk lempengan. Tanpa aba-aba, dia memukulkan benda tersebut di sisi wajah Lynelle yang telah kacau. Bug! Lynelle memejamkan mata, menahan semua keinginan untuk berteriak. Pandangan Lynelle sudah mulai pudar. Dia merasakan kepedihan baru yang tajam atas pukulan Eduardo. Darah segar kembali mengalir dari sudut bibirn

