"Aku sudah memperingatkan Marta. Kukatakan padanya melalui email, bahwa aku tahu siapa Lynelle dan maksud di belakangnya. Jadi, wanita itu mau tak mau sudah kukunci erat. Sekarang, apa rencanamu untuk mengurus Lynelle?" Suara Felton melalui sambungan telepon terdengar keras. Ada kejengkelan dan kemarahan dari nada suaranya. Sebagai seorang ayah, siapa yang tidak terpancing emosinya jika memiliki musuh yang selalu menargetkan putranya sendiri? Tidak apa-apa jika Marta berurusan dengan Felton. Mencari masalah dengan Felton. Tetapi, dari beberapa tahun yang lalu, wanita itu selalu mencari masalah lewat putranya. Sampai-sampai Felton mengirim beberapa orang untuk membereskan Marta secara langsung. Hanya saja, wanita licik itu cukup peka dan memasang banyak keamanan di sekelilingnya. Tak muda

