Dua hari kemudian. Lynelle melakukan penerbangan dari London ke L.A. dengan tergesa-gesa. Dia harus datang kepada Edgar, merendah di hadapan lelaki angkuh itu, dan meminta belas kasihan demi putrinya. Lynelle telah menghubungi Parker Sullivan, sang pendeta yang telah menjadi wali bagi putrinya beberapa waktu yang lalu. Lelaki tua itu mengkonfirnasi Rose memang telah menghilang sejak dua hari kemarin. Parker telah mencari ke mana-mana, berpikir anak tersebut mungkin menginap di salah satu kediaman jamaahnya. Rose adalah anak yang aktif dan menyenangkan. Hampir semua jamaah Parker menyukainya. Anak itu juga sering bermain ke rumah orang lain. Tak heran Parker menyangka kepergian Rose hanyalah kepergian sesaat. Tak tahunya, setelah di cari ke mana-mana, anak tersebut tak kunjung ditemu

