Malam telah larut. Jam berdetak pelan, salah satu jarumnya menunjukkan angka sebelas. Udara di luar dingin. Salju turun lumayan deras. Di dalam ruangan, mesin pengatur suhu diatur sedemikian rupa sehingga mampu memberikan kehangatan tambahan. Dalam keheningan ini, Edgar memasuki kamar pribadinya. Dia baru saja menyelesaikan intruksinya pada Eduardo mengenai beberapa masalah penting sebelum akhirnya memutuskan untuk beristirahat. Meskipun kebanyakan waktu Edgar dihabiskan di rumah, tetapi bukan berarti ia tak produktif. Otaknya seperti kereta luncur, menghasilkan ide-ide kreatif dan cara-cara yang licin untuk mencapai target yang ia inginkan. Dengan kebutaannya, Edgar selalu memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang ia miliki untuk mengeksplor semuanya dari balik bayang-bayang. Ibarat lakon

