Lynelle jatuh luruh ke lantai. Dia menggenggam surat di tangannya yang telah kusut. Air mata turun seperti mata air. Tak terbendung dan tak bisa berhenti. Suara menyedihkan keluar dari tenggorokannya. Sakit. Hancur. Putus asa. Tak berdaya. Berbagai emosi campur aduk di hatinya. Pada detik-detik terakhir, wanita yang Lynelle kira sebagai musuh, ternyata menyayanginya. Marta bahkan sengaja menjadikan dirinya sendiri sebagai tameng bagi Lynelle. Sesuatu yang sengaja ia lakukan untuk membuat Lynelle terbebas dari dendam Edgar. Kenangan-kenangan mulai terbuka, muncul tak terbendung. Bayangan Marta saat pertama kali meraih lengannya dan mengatakan. "Tidak apa-apa, kau putriku sekarang!" Bayangan Marta tersenyum cerah dan membawanya ke rumah untuk pertama kali. Bayangan Marta

