Ambivalensi

1502 Kata

Lynelle menatap Rose yang kini terlelap. Lynelle melirik jam yang menunjukkan waktu telah melewati tengah malam. Dia mengusap lembut kening putrinya, berkomunikasi dalam diam. Rose mengenakan piyama pink dengan pola kuda poni. Dia tidur telentang dengan sebelah tangan ditopang ke atas kepala. Tangan yang satunya terentang lebar, meraih sebuah boneka bear berwarna sama dengan piyama. Boneka itu memiliki pita lembut di bagian leher. Lynelle tersenyum kecil, memandang intens putrinya untuk menambal rasa hausnya akan kerinduan bertahun-tahun. Dahi Lynelle mengerut kecil, memikirkan kapan ia bisa membawa putrinya pergi. Untuk membawa Rose secepat mungkin, Lynelle harus melewati banyak pengawal yang Edgar tempatkan. Hal-hal inilah yang membuat Lynelle semakin membenci Edgar. Lynelle memeja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN