Liam sendirian berada di ruang rawat Nayyara, menunggu wanita itu bangun. Andara terpaksa harus pulang, dia sudah terikat janji dengan salah seorang rekan kerja dari Singapura, hanya sebentar, kemudian nanti balik lagi ke rumah sakit. Mbok Nar juga Liam suruh balik ke rumah--baru saja, wanita itu sudah semalaman penuh menjaga Nayyara. Mbok Nar memerlukan istirahat yang banyak, dia sudah cukup tua dan tidak boleh kelelahan. "Nayya, kamu bangun?" Liam yang tadinya berada di dekat jendela--menerima telepon dari kantor, segera melangkah lebar ke arah tempat tidur Nayyara. "Kamu haus, lapar?" Ketika melihat wajah Liam, Nayyara langsung naik pitam. Dia menepis kasar tangan Liam yang berusaha membantunya, mendelik tidak senang. "Cukup! Berhenti ikut campur tentangku, aku muak sama kamu!" desis

