Shaleta membelalak melihat Nayyara menghabiskan udang masakannya bersama Bibi Sei. "Habis lo satu mangkuk itu?" tanyanya menganga. Nayyara mengangguk. Senyumnya merekah sempurna. "Emang nggak pernah gagal lo kalau masakin gue udang. Enak banget, Sha!" Bibi Sei yang bergabung makan malam bersama mereka hanya ikut cekikikan. "Neng Nayya memang sangat menyukai udah sejak kecil. Kalau tidak ada udang, pasti pilihannya jatuh kepada cumi." Nayyara menjentikkan jarinya, terkekeh. "Betul, Bibi Sei. Iyalah Bibi Sei tau, orang aku udah dari kecil sama Bibi di sini." Shaleta tidak heran lagi sih. Nayyara memang sangat menyukai seafood, napsu makannya meningkat dua kali lipat. Tapi kalau sudah berurusan soal ikan, apalagi yang baunya amis, Nayyara angkat tangan. Dia bahkan bisa saja mual sebelum

