Dalam keadaan yang masih sangat tidak baik-baik saja, Nayyara kembali dipertemukan dengan sosok Liam. Begitu malas sebenarnya, tapi menghindar pun sudah tak bisa. Aneh sekali, kenapa pria itu berada di swalayan di siang bolong seperti ini? Apa tidak memiliki pekerjaan di kantor, atau sekarang sudah menjelma menjadi seorang pria pengangguran? Nayyara tidak bisa bersikap santai jika bertemu Liam. Perasaannya sangat sulit dikontrol, dia sangat menyayangi pria itu. "Tolong jangan menghalangi jalanku, aku capek banget hari ini. Tidak ingin berdebat soal apa pun!" Nayyara mengangkat tangannya ketika Liam ingin menyentuhnya. Memejamkan mata beberapa saat, kepalanya lumayan pusing. Sejak kelas pagi tadi dia sudah tak fokus mendengarkan materi yang diberikan, ditambah sekarang bertemu Liam. Nayya

