Menahan Lagi

1213 Kata

"Makasih, Mbok jamuannya," ujar Kirana saat berpamitan dengan pemilik rumah. Di depannya ada Satya yang menggendong putra mereka, serta Belva yang bergelayut manja lengannya. Mata gadis itu tampak sayu dan sesekali menutup mulutnya yang terbuka lebar, menguap. Sementara, Mbak Erni masih berada di dapur, mencuci piring. "Jamuan opo tho, Mbak. Orang bahannya aja ngambil di rumah depan," sangkalnya tersenyum malu. Kecuali sawi, selada dan cabai. Semua bahan yang mereka masak memang berasal dari dapur rumah utama. "Kan, masak sama makannya di rumah Mbok Yah." "Kalau begitu, si Mbok yang harus banyak-banyak terima kasih. Soalnya tiap hari dijamu." Kedua wanita itu tertawa. Kirana juga meminta izin untuk memetik sayuran yang ditanam oleh Pak Mail jika sewaktu-waktu membutuhkan. "Sayang,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN