• "Iket rambutnya Ya," kata Abeen. "Dingin Been, di luar hujan. Nih aku juga selimutan,"sahut Maria. "Yaaaa..." bibir kuncupnya mengerut. Maria terkekeh,"Iya, iya... Bawel!" Nggak urung juga Maria nurut rambutnya diikat cepol. Ngikutin maunya Abeen yang menurutnya kali ini aneh dan termasuk agak maksa, bikin Maria kerepotan. Nggak apa demi si tersayang. "Udah!" cebiknya. Abeen tersenyum senang. "Kamu selalu cantik, Ya." Kedua maniknya merotasi, tapi dalam hati dia senang dipuji Abeen. "Gimana Denpasar malam ini?" tanya Maria. "Emh ... Dingin. Sepi." Abeen nyengir. "Dinginlah pake AC. Sepilah, orang di hotel juga... Bukan di pasar!" seru Maria. "Besok kita ketemu lagi..." tatap Abeen. "Kangen tahuuu..." Cewek itu ngangguk, ikut natap wajah cowok di layar ponselnya. "Kamu

