•• "Akhirnya lo pulang juga, Jalu! Emang demen lo ya bikin Nyak mati kutu apa mati berdiri!" sungut Nyak Romlah begitu Abeen melongokkan wajahnya dari balik pintu lalu berhambur memeluknya. "Nyak, itu doa jelek loh buat diri sendiri. Maafin Abeen Nyak, Abeen emang salah, Abeen egois malah ninggalin Nyak. Harusnya Abeen lebih berusaha lagi agar Nyak mau merestui Maria," papar Abeen. "Maria?" Nyak Romlah mengurai pelukannya. Maria yang sejak tadi diam berdiri di luar lalu ikut masuk, mengangguk dengan senyum canggung. "Assalamualaikum, Nyak." "Ngapain dimari, Neng? Apa permintaan Nyak susah buat Neng turutin?" sergah Nyak Romlah. Wajah Maria sendu. Dia tahu Nyak Romlah mungkin masih sakit hati padanya atau trauma karena dirinya. Yang Maria sesalkan ibunya Abeen itu sepertinya nggak

