40. normalnya gimana?

1498 Kata

• Pagi ini semua tumbenan pada diem. Entah efek syok kejadian semalem atau saking lelahnya. Mereka sarapan tanpa ada suara sedikitpun. Biasanya Abeen dan Han si biang ricuh. Atau Jae yang super cerewet. Tapi pagi itu semua seolah terhipnotis untuk tutup mulut. Maria memutar lagi kejadian semalam. Setelah kendaraan melaju lagi, Abeen duduk di dekatnya dan mulutnya tak henti-hentinya komat-kamit, merapal ayat-ayat suci. Bahkan Maria ingat, Abeen menyuruh mereka semua mandi malam itu juga. Dan Abeen jadi sangat posesif, dia nyuruh Nora tidur dengan Lula. "Loh? Nggak enak sama yang lain, Been." Maria serius dengan kata-katanya, dia membalut rambutnya yang basah. Abeen senyum,"Nggak jadi masalah, sayang." "Tapi..." "Nggak ada tapi, " tolak Abeen. "Yanda..." rungut Maria. Abeen na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN