Mama memintaku untuk berpikir ulang menikahi Angel. Namun, aku tetap pada pendirian awal untuk meminang Angel menjadi istriku setelah masa Iddahnya. Hari ini sengaja aku datang ke rumah Papa untuk meminta pendapatnya. Apa sama dengan yang mama pikirkan atau berbeda. Sudah lama sekali aku tidak meminta pendapat pria yang begitu lama aku musuhi. “Pa, aku ingin bicara, bisa?” “Raka, kapan datang?” “Tadi, Pa. Papa olok-olok di Bu menonton TV.” “Iya, sampai nggak tahu kamu datang. Bicara apa?” “Sebenarnya bukan bicara, tapi meminta saran.” “Duduk sini.” Papa menepuk sofa meminta aku untuk duduk di sampingnya. Aku menghampirinya dan menghempaskan tubuh ini. Film yang ia tonton tidak berubah. Tetap suka dengan action. Raut wajahnya sudah terlihat sangat tua. Namun, sudah lebih segar dar

