Prolog

213 Kata
Sinar terang mengintip nakal melalui sebuah celah tirai berwarna putih tipis yang mengantung. Sang raja siang telah menunjukkan kekuasannya menggantikan kedudukan sang dewi malam. Tubuh April mengeliat pelan, mencoba untuk merenggangkan otot tubuhnya yang terasa begitu kaku akibat posisi tidur yang salah. Namun, dahinya sedikit mengernyit ketika merasakan pergerakannya tidak sebebas biasanya. Seperti ada sesuatu yang kokoh, besar, dan berat melilit sekaligus menimpa pinggang rampingnya. Mata itu mengerjap pelan, menampakkan iris coklat teduh yang begitu menenangkan. Lambaian bulu mata lentik yang begitu menggoda.  Tampan, Batinya ketika mata coklat itu menatap sebuah figure kokoh nan tampan didepannya. Alis tebal, hidung mancung, dan bibir sexy itu adalah perpaduan yang begitu sempurna. Ah, ya dan jangan lupakan netra biru laut yang kini tengah menatapnya dengan penuh kasih sayang. April tersenyum tipis, Tuhan sungguh baik, karena mimpinya begitu indah pagi ini. Mata itu hendak kembali terpejam sebelum sebuah suara yang berasal dari depannya membuat tubuhnya tersentak kaku. "Good morning Baby." Benarkah ini mimpi? Tapi kenapa begitu nyata? Atau April telah berada di surga sekarang? Dan mahluk didepannya ini adalah seorang malaikat yang ditugaskankan untuk menemaninya? "Apa tidurmu nyenyak?" Kedua mata April kembali terbuka dengan lebar, ketika suara itu kembali menyapa sistem pendengarannya. Matanya menatap kaget, takut, sekaligus bingung secara bersamaan. Hingga,  "Kyaaaa!!!" April berteriak dengan begitu kencangnya. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN