Bab 14 - Terima Kasih

1546 Kata

"Dedrick, bangunlah!" "Aku tidak akan bangun sebelum kau memaafkan ku! Aku tidak akan bangun sebelum kau menerimaku!" April menghela napasnya kasar, ia merasa sedikit frustrasi melihat tingkah laku Dedrick yang tidak seperti biasanya. Apa dia salah jika ia marah kepada Dedrick? Tapi April rasa itu adalah benar, karena ya, Dedrick melakukannya dengan unsur paksaan. "Dedrick, jangan seperti ini, bangunlah!" Sudah lebih dari satu jam semenjak Dedrick berlutut di bawah kakinya, memohon agar April mau memaafkan kesalahan pria yang berstatus sebagai suaminya itu.  Hati April semakin sakit, dan terasa seperti teriris ketika melihat wajah pucat milik Dedrick. Dan April baru sadar, jika pria itu belum menyentuh makanannya sejak tadi pagi. Kedua mata yang biasanya menyorot dengan tajam kini nam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN