Adelia tidak pernah tahu bahwa dia akan kembali dalam pelukan ini. Pelukan paling nyaman. Pelukan yang selalu menghantarkan ketenangan. Entah sudah berapa jam mereka menghabiskan waktu hanya saling berpelukan diatas tempat tidur Aiden. Mereka masih berada di hotel milik keluarga Whalen. Tidak ada yang membuka pembicaraan. Baik Aiden maupun Adelia, mereka hanya sesekali mengeratkan pelukan. Saling menghirup aroma tubuh satu sama lain. “Kenapa kamu tiba-tiba ada disini?” tanya Adelia, tangannya bergerak mengelus rahang Aiden, menikmati sensasi aneh saat tangannya menyentuh bulu-bulu halus yang tumbuh dengan subur disana. “Karena aku tidak ingin melakukan kesalahan lagi. Maaf membuat kamu merasa sakit kembali. Maaf mengecewakan kamu lagi,” ucap Aiden. Dia menatap wajah Adelia. Ibu

