Aiden bangun lebih bagi dari biasanya, senyum pria itu mengembang sempurna setelah membaca deretan pesan dari seorang yang dia tunggu sejak kemarin. Aiden menatap penampilannya di kaca, merapikan rambutnya lalu keluar dari kamar. Suara berisik dari arah dapur membuat Aiden mengeryitkan dahinya, bingung. Adelia tidak mungkin bangun sepagi ini. Selama mereka tinggal bersama, Adelia lebih sering bangun kesiangan. Wanita itu juga tidak pernah menuruti perintah Aiden untuk membuat sarapan. Adelia mengaku dia terlalu malas untuk melakukan itu. Aiden menganga tidak percaya dengan apa yang dia lihat pagi ini, bukan karena dapurnya yang sudah berubah menjadi kapal pecah tapi ini benar-benar di luar dugaannya. Beberapa menu sarapan sudah tersaji di meja makan, Adelia tampak bergerak dengan li

