Aiden meruntuk di setiap langkahnya. Dia tidak mengerti kenapa jalan harus sepadat ini di pagi hari. Tidak sampai di situ para pejalan kaki juga hampir memenuhi trotoar. Aiden berusaha fokus pada sosok yang berdiri di seberang sana, menggunakan pakaian olahraga sama seperti yang di gunakan kebanyakan orang hari ini. Aiden berlari menelusuri trotoar, kadang-kadang pria itu juga mendongak tinggi untuk memastikan sosok itu masih ada di seberang jalan. Aiden berusaha menyebrang jalan. Dan lagi-lagi Aiden meruntuk. Dia benar-benar tidak mengerti. Kenapa ibukota harus sibuk seperti ini. Dengan berani Aiden menyebrang, mengabaikan bunyi klakson kendaraan yang begitu mengganggu pendengaran. Aiden hanya butuh bertemu dan bicara dengan Anggita. Sudah hampir satu bulan mereka tidak bertemu.

