saat jam istirahat semua berhambur keluar tak terkecuali Rasel dan Rena.
" kantin yuk " ajak Rasel .
" ayoo gue juga udah lapar "
mereka bergegas berjalan ke luar kelas dan saat berjalan menuju ke kantin mereka berpapasan dengan Raka. ya Raka sekarang bergandengan tangan dan jalan bareng bersama Sela. mereka tak saling bertegur sapa seolah tak saling mengenal.Padahal diantara keduanya masih belum ada kata putus.
" lo gak papa kan ?? ". tanya Rena
" enggak kok seperti yang lo lihat sekarang gue baik- baik aja bukan " sambil nyengir
akhirnya mereka sampai ke kantin. kantin sangat ramai sekali sehingga hanya ada 1 tempat kosong di pojokan. Gegas Rena dan Rasel memesan pesanan mereka lalu gegas duduk tempat kosong tersebut.
Dan saat itu juga ada seorang kakak kelas yang berjalan mendekati Rena dan Rasel. ya Dia Gavin kakak kelas tertampan yang selama ini jadi incaran banyak wanita. Dia mendudukan diri di sebelah Rasel. Rasel sungguh terkejut akan hal itu.Karna mereka sebelumnya tak saling dekat ataupun kenal tapi tiba - tiba dia duduk di sebelahnya sambil tersenyum kepada Rasel.
" haii " sapa Gavin
" hai juga" jawab Rasel dan Rena
" boleh gabung ? "
" boleh banget dong " jawab Rena antusias yang membuat Rasel hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah sang sahabat .
tak lama pesanan mereka sampai. mereka memakan hingga tandas setelahnya berbincang- bincang sampai tertawa bersama. yang membuat semua perhatian tertuju kepada mereka bertiga. Saat itu juga ternyata ada Raka dan Sela di sana. Raka yang melihat kedekatan mereka sungguh marah dia mengepalkan tangannya kuat.
" kamu kenapa sayang ? " tanya Sela
" enggak apa- apa " jawab Raka dingin
Sela yang merasa aneh dengan perubahan Raka dia melihat sekitar dan matanya tertuju pada tiga orang yang sedang bercanda ria itu.Tadi dia tak seberapa memperhatikan karna sedang asik main hpnya. Sela yang melihat pun merasa tak senang karna Rasel di dekati oleh Gavin yang sudah terkenal tampan. kalau boleh jujur Raka aja lewat. bahkan gak ada apa- apanya kalau di banding Gavin.
" ayo kita pergi " ajak Raka dingin .
Sela hanya menganggukkan kepala dan menurut untuk pergi dari sana.
Gavin ,Rasel dan Rena juga meninggalkan kantin mereka akan kembali ke kelas mereka masing - masing. mereka berjalan bersama dan berpisah di depan koridor karna arah kelas mereka yang tak sama.
" gue duluan ya " kata Gavin
" ok " jawab Rasel dan Rena bersamaan.
mereka bertiga dari tadi jadi pusat perhatian banyak anak. karna jarang sekali Gavin itu akrab dengan perempuan apa lagi sampai ketawa bersama. karna jika di kelas dia hanya bicara seperlunya.
" lihat deh Gavin kok bisa sedekat itu sama tu cewek."
" iya ya itu cewek siapa sih ? "
" kayanya itu adik kelas kita dia yang biasanya tiap pagi berantem sama pacarnya tapi aku udah lama ini gak pernah lihat mereka berantem lagi "
"heh bukannya tadi cowoknya sama Sela ya ? "
" udah putus mungkin "
bisik- bisik dari mereka yang sangat kepo sekali.
saat Rasel dan Rena berjalan ke arah kelasnya dia di hadang oleh Raka.
" dia tadi siapa ? " tanyanya ketus
Rasel tak menjawab dan Rena ingin segera pergi tapi di tahan oleh Rasel.
" lo gak punya mulut apa ? lo dengar apa yang gue tanya ? "
" apa urusannya sama lo ? " jawab Rasel tak kalah ketus
" berani ya kamu sekarang ha?" bentak Raka sambil melayangkan tangannya yang sudah siap menampar pipi mulus Rasel tapi sebelum tangan itu mendarat ke pipi mulus Rasel sebuah tangan terulur menangkisnya. Rasel langsung melihat kearah tangan tersebut.
" Kak Gavin "
Gavin hanya tersenyum kearah Rasel
" lo cowok apaan berani main tangan sama cewek ? " geram Gavin
" apa urusannya sama lo ? " jawab Raka sambil menarik kerah baju Gavin.
Gavin hanya tersenyum miring.
" singkirkan tangan kotormu dari bajuku atau kau akan menyesal " ancan Gavin
Bug
satu pukulan melayang di pipi Gavin. Gavin mengelus pipinya.
" kau memang tak mendengar perkataanku barusan " geram Gavin
Bug
Bug
Bug
mereka saling pukul sampai pukulan terakhir Gavin membuat Raka terpelanting jauh.
Gavin mendekat dan menginjak perut Raka.
" sudah kuperingatkan bukan kau tadi ? tapi kenapa masih ngeyel ? " kata Gavin
Raka hanya meringis merasakan sakit. Tapi dia tak menyerah
" Dia cewek gue...gue berhak atas dia..mau gue apain itu terserah gue gak ada hubungannya sama lo " teriak Raka.
" cukup hentikan" teriak Rasel
" Raka mulai detik ini juga kita PUTUS kita sudah tak ada hubungan apapun " tegas Rasel
" enggak aku gak mau putus "
" gak peduli aku udah lelah sama semua ini Raka. setelah Kemarin aku melihat dengan mataku kau dengan wanita lain. Jadi jangan ganggu aku lagi " kata Rasel yang terlihat menguatkan diri supaya air mata tak jatuh membasahi pipinya.
Gavin lalu berjongkok
" hargai keputusan cewek lo dan jangan pernah ganggu dia lagi atau kau akan tau akibatnya " tegas Gavin yang lantas berdiri meninggalkan Raka yang terkapar.
Saat itu banyak siswa siswi yang melihat tapi tak ada satupun yang berani membantu Raka karna sudah tau seperti apa Gavin saat marah .
dan beruntung saat itu guru- guru masih rapat jadi tak ada yang melihat kejadian itu.