Bisma Ardhana “Bisma, bisa ke Surabaya untuk temui pemilik tanah?” “Bisa, Pak.” Aku merapikan berkas-berkas yang sudah ditandatangani Pak Rusman. Setelah kejadian malam itu Pak Rusma mengambil alih proyek ini, ternyata Pak Rusman tidak tahu menahu rencana Risa. Awalnya aku mengira Pak Rusman membantu Risa, tenyata tidak, Risa memanfaatkan acara itu untuk tujuannya. Berita yang beredar semakin tidak bisa dikendalikan, aku dikatakan meninggalkan acara lamaran setelah Aulia menolak pernikahan keduaku. Berita semakin menjurus menyerang personal. Mereka mencari tahu tentang Aulia dan entah dari mana mereka mendapatkan foto-foto masa lalu Aulia, saat Aulia masih berada di kampung dengan pakaian lusuh mencari rumput. Jujur, aku sempat tidak mempercayai kalau itu Aulia. Ada yang pro dan ada

