Part 29

1550 Kata

Bisma Ardhana Kepalaku rasanya mau pecah, aku harus mengaudit lagi keuangan yang seharusnya bisa dikerjakan Fattan. Bukan dia yang salah, aku yang salah memberi tugas pada orang yang tidak sesuai bidangnya, aku hanya modal percaya saja pada Fattan tanpa melihat kemampuannya. Namun, aku juga agak heran kenapa Fattan jadi sebodoh itu padahal dulu tidak bodoh-bodoh amat. “Kenapa kamu jadi bego gini, sih, untung nggak banyak kerugian gara-gara kecerobohanmu.” Aku masih menggerutu panjang lebar pada Fattan yang berdiri di dekat pagar sedang aku duduk sejak satu jam yang lalu mengoperasikan laptop milik Fattan. Fix, dia memang teledor. “Sialan kamu ya.” Fattan mematikan nikotin yang sudah tinggal beberapa centi saja. Aku memang memintanya menjauh karena tidak suka dengan bau rokok. Orang yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN