Jeda yang lumayan lama, sebelum Nigi akhirnya kembali memecah keheningan di antara mereka malam itu. "Sebenernya sebagai intern yang ditugasin di IGD Kakak nggak pernah dapet pasien khusus. Semua seolah datang dan pergi dengan cepat, bahkan untuk sekedar berbagi kesan dari sebuah pertemuan." Nigi menarik napasnya panjang, sebelum melanjutkan, "Kami dituntut untuk nggak terpaku pada siapa yang pergi, tapi kami dituntut untuk mempertahankan siapa yang tinggal. Seperti yang semua orang pasti tahu, pengumuman jam kematian adalah hal yang wajar di rumah sakit, jadi seharusnya nggak ada yang spesial dari dia." Untuk sesaat, Aran tidak mengenal siapa yang sedang dia hadapi saat ini. Kesan dan memori yang terkumpul di kepalanya dengan sebuah label bernama "Nigi" sama sekali tidak menggambarkan a

