45. Empat Puluh Lima

1168 Kata

Waktu tidak pernah berjalan lambat untuk sesuatu yang menyenangkan. Terbukti dari kebersamaan yang dihabiskan saudara kembar itu, yang tanpa terasa sudah menghabiskan lebih dari dua jam hanya untuk menikmati suasana nyaman di coffee shop langganan Noel. Mereka terlalu asik bercerita tentang hal-hal yang tidak pernah muncul dalam obrolan melalui sambungan telepon. Bagaimana pun, perpisahanaan dua tahun tidak akan terbayar hanya dengan obrolan beberapa hari, dan itu udah dibuktikan keduanya, topik yang mereka bahas seolah tidak habis, larut dengan rasa ingin tahu yang besar selama perpisahan itu terjadi. Padahal kalau diingat, ketika Noel masih satu rumah dengan Nigi, keduanya bahkan cenderung tidak banyak bicara, kehilangan waktu mengobrol mereka yang dulu seolah merupakan rutinitas. Alasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN