12. Dua Belas

1262 Kata

Aran memutuskan untuk tidur begitu ketua kelasnya mengumumkan bahwa jam terakhir pelajaran adalah jam kosong, meski begitu mereka tidak boleh pulang dan tetap harus berada di kelas. Tadinya, Aran sudah berencana berlabuh ke alam mimpi sampai dering bel pulang berbunyi. Tapi baru merebahkan kepala di permukaan meja, dengan sebelah tangan yang menjulur lurus dan sebelah tangan yang jadi alas pipi—seorang guru masuk kelas, merubah keributan yang semula mendominasi menjadi keheningan yang panjang. Semua mata mengarah ke depan kelas, membuat Aran yang tidak lagi mendengar suara dari teman-temannya menegakan kepalanya kembali. Dan apa yang dia lihat cukup membuat dirinya sendiri bungkam, kehabisan kata-kata. "Kalian ini, kalau lihat orang ganteng aja langsung diam. Eh, tapi kenapa yang laki-la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN