“Berengseeek!” Dari kemarin sore, baik hati dan mulut Lintang sibuk mengumpat. Mengeluarkan emosi yang tidak bisa tersalurkan, sampai-sampai ia tidak bisa berkonsentrasi untuk merekap pemasukan toko onlinenya pada hari itu. Pagi ini pun, Lintang tidak mood pergi ke mana pun untuk membeli sarapan. Mi instan dan telur yang ada di dapur pun, tidak berniat untuk di masaknya sama sekali, karena rasa lapar itu seolah tenggelam dalam kekesalannya. Lintang yang sedari tadi masih berbaring dan belum beranjak ke mana pun, tiba-tiba menutup wajahnya dengan bantal. Ia mencoba menggeram, berteriak sekencang mungkin agar bisa melegakan perasaannya. Namun, tetap saja perbuatannya itu sia-sia. Rasa kesal di hati Lintang masih belum bisa pergi juga. Tok tok Pasti Intan, tebak Lintang segera bangkit d

