“Hwaaah, Mama cantik!” seru Rama yang sejak tadi berguling-guling di tempat tidur Lintang. Menunggu LIntang selesai berdandan, karena akan pergi makan malam berdua dengan Raga. Rama tidak bisa memaksakan kehendaknya untuk ikut serta, karena Raga melarangnya. “Kalau Rama mau Papa nikah sama mama Lintang, jangan pernah ngerengek minta ikut, kalau Papa cuma jalan berdua dengan mama.” Karena sederet kalimat itulah, Rama tidak melontarkan protes, maupun rengekan untuk ikut pergi. Daripada sang papa tidak jadi menikah dengan Lintang, lebih baik Rama diam dan menuruti ucapan Raga. “Beneran Mama cantik?” Lintang menyangga kedua pipi, yang mulai bersemu karena ucapan Rama. Bocah kecil itu, sudah pandai membuat Lintang salah tingkah seperti ini. “Beneran!” seru Rama lalu bertelungkup, dan mema

