Elvira menatap pantulan dirinya di cermin. Memandang dirinya sendiri yang kini mengenakan piama milik Kalvin. Cukup manis. Karena wanginya pun sangat manis untuk ukuran lelaki seperti Kalvin. Meski awalnya ia merasa ragu untuk datang ketempat ini, nyatanya datang kesini tak seburuk yang ia bayangkan. Rumah Kalvin sangat nyaman. Lebih nyaman dari yang ia duga. Terdapat dua lantai. Lantai bawah ada garasi, ruang tamu, ruang makan dan dapur. Sementara lantai atas ada dua kamar tamu dan satu kamar milik Kalvin. Tak lupa ada sebuah tempat penuh dengan bantal diatas karpet dan juga sofa panjang, tepat di depan televisi. Tempat ini 100% sangat nyaman. Berbeda jauh dengan bayangan Elvira. Sebuah ketukan menyadarkan Elvira dari lamunan panjang. "Mama... Ayo keluar. Kita makan mal

