"Iyah, boleh!" jawab Maria dan mengikuti Rheiny yang sudah melangkah lebih dulu. Rheiny masuk dan melihat Valden dengan seksama. Dia merasa kasihan pada anak semata wayangnya, yang sudah mengalami semua kesusahan dan penderitaan. "Maafin mama ya, Val. Andaikan mama bisa menjadi mama yang lebih baik, kamu pasti tidak akan mengalami semua ini!" ucap Rheiny setengah berbisik. Suaranya tercekat menahan tangisan yang hendak meluap-luap. Dia berusaha keras untuk menjaga air matanya, agar tidak jatuh menetes. "Kamu ibu yang baik, Rheiny. Hanya saja takdir tidak memihak kalian saat itu. Namun, jangan khawatir. Sebab Aland akan menjaga kalian dengan baik mulai sekarang!" ucap Maria menenangkan Rheiny. Dia memeluk Rheiny dari samping dan seolah dapat merasakan penderitaan serta perasaan yang dir

