Tepat setengah jam lagi makan siang, Barbara sudah bersiap untuk pergi dengan bosnya, menemui Komjen Charles Dowson. Dari meja kerjanya, dia tidak sengaja melihat seorang pria sedang menatap tajam tak bergeming. Pria itu menggunakan pakaian biasa, tanpa seragam. Barbara melirik ke kiri dan kanan, tetapi sayangnya lokasi kerja yang berbeda ruang dengan Jhon membuatnya merasa sendirian. Barbara penasaran dan coba bangkit dari tempat duduknya dengan tas tangan dipegang erat. Ruangan dikunci agar tidak ada yang bisa masuk. “Ada yang bisa saya bantu?” tanyanya. “Tidak ada,” jawab pria yang berusia lebih dewasa darinya. “Kalau begitu saya permisi dulu ya, Pak!” katanya dengan sopan, tetapi Barbara merasa terus diperhatikan oleh pria tersebut sampai depan pintu. Dia belum mengenal semua peke

