Kedua pria di bawah saling melirik kemudian Acer pun tercengang. Putrinya sudah pandai protes. “Kau memiliki anak yang sudah mulai bisa melindungi diri dengan ucapannya, Acer,” kata Jhon. “Astaga! itu omongannya kenapa bisa langsung mengena di jantungku?” sahut Acer kemudian tertawa kecil. “Uruslah putri kecilmu yang sudah mulai dewasa. Dia butuh melanjutkan hidup, Acer.” Jhon menepuk bahunya. “Aku harus pergi,” lanjutnya. “Kau mau ke mana? aku merindukanmu, mengapa kau pergi?” “Kata-katamu kurang sedap didengar. Orang bisa salah tanggap, menilai kau menyukai pria.” Sontak Acer cekikikan. “Pergilah! Jangan lupa kembali!” “Ya, aku akan tetap bermalam di sini.” Jhon menoleh temannya ketika sudah berada dekat dengan pintu keluar. “Oke!” Acer tidak melarangnya karena dia pun pasti masi

