Malam sekitar pukul 7, Jhon membereskan semua berkas kemudian spontan menghubungi Barbara untuk menuju ruangannya. Dia lupa kalau asistennya berada di rumah sakit. Efek pekerjaan yang amat padat membuat pria itu cekikikan sendiri ketika Barbara kaget menyahut perintahnya. “Ke ruanganku sekarang,” kata Jhon. “Se-sekarang, Pak?” Barbara melihat jam dinding, lalu jarum infusnya yang masih tergantung. “Ya, ada yang mau saya katakan,” jawab Jhon. “Oh, kalau begitu saya akan minta pulang dengan dokter,” sahutnya. Seketika Jhon mengernyit, meninggalkan berkas yang sibuk dia baca. “Astaga!” ucapnya spontan. “Ada apa, Pak?” Barbara bingung. “Ja-jangan pergi, kau di sana saja. Maafkan aku karena lupa kalau kau sedang dirawat,” balasnya kemudian tersenyum. Barbara menggigit bibirnya sendiri

